Logo

Bali Kumtura

Desa Adat Terpadu

Gallery 1
Gallery 2
Gallery 3
Gallery 4
Beranda

Tentang Desa

Bali Kumtura

I Made Dharma Putra

I Made Dharma Putra

Bendesa Adat

0812-3456-7890

Kata Sambutan

Om Swastyastu,
Puji syukur kita panjatkan ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena atas asung kertha wara nugraha-Nya, kita semua diberikan kesehatan dan kesempatan untuk terus menjaga dan melestarikan adat, budaya, serta kearifan lokal Desa Adat kita tercinta.
Sebagai Bendesa Adat, saya mengajak seluruh krama desa untuk selalu menjaga keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan, sesuai dengan konsep Tri Hita Karana. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, kita dapat memperkuat identitas desa adat serta menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai leluhur.
Kami juga membuka diri terhadap perkembangan teknologi dan informasi, sebagai sarana untuk memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat luas, tanpa mengurangi esensi adat dan budaya yang kita junjung tinggi.
Akhir kata, semoga Desa Adat kita senantiasa diberkahi kedamaian, kemakmuran, dan kesejahteraan.
Om Shanti Shanti Shanti Om.

Struktur Organisasi Desa

Struktur Desa Adat

Sejarah Desa Adat

Sejarah Desa Adat Kumtura Desa Adat Tenganan Pegringsingan merupakan salah satu desa Bali Aga yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali. Desa ini dikenal sebagai salah satu desa tertua di Bali yang masih mempertahankan tradisi, budaya, dan sistem sosial asli masyarakat Bali sebelum pengaruh Majapahit pada abad ke-14. Menurut legenda setempat, Desa Tenganan memiliki hubungan erat dengan Dewa Indra, yang dipercaya sebagai pelindung desa. Konon, wilayah desa ini ditentukan berdasarkan area yang tercium bau bangkai kuda milik Dewa Indra, sehingga batas wilayahnya memiliki makna spiritual yang kuat bagi masyarakat setempat. Masyarakat Tenganan memiliki sistem adat yang sangat ketat dan masih dijalankan hingga saat ini, termasuk aturan pernikahan, tata kehidupan sosial, serta hukum adat (awig-awig). Salah satu ciri khas desa ini adalah struktur permukiman yang tersusun rapi dan seragam, mencerminkan filosofi keseimbangan dan keharmonisan. Desa ini juga terkenal dengan kain Geringsing, yaitu kain tenun tradisional dengan teknik double ikat yang sangat langka di dunia. Kain ini dipercaya memiliki kekuatan magis sebagai penolak bala dan digunakan dalam berbagai upacara adat. Selain itu, Desa Tenganan memiliki tradisi unik seperti Perang Pandan (Mekare-kare), yaitu ritual perang menggunakan daun pandan berduri sebagai bentuk penghormatan kepada Dewa Indra. Tradisi ini menjadi simbol keberanian dan identitas budaya masyarakat Tenganan. Hingga kini, Desa Tenganan Pegringsingan tetap menjadi simbol pelestarian budaya Bali kuno yang autentik dan menjadi salah satu destinasi budaya yang penting di Bali.
Lembaga Adat Desa Tenganan Pegringsingan

Lembaga Adat Desa Tenganan Pegringsingan

Ketua: I Made Dharma Putra

Lembaga Adat Desa Tenganan Pegringsingan merupakan organisasi adat yang berperan dalam mengatur, menjaga, dan melestarikan nilai-nilai budaya, tradisi, serta hukum adat (awig-awig) di lingkungan desa. Lembaga ini memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaan upacara adat, pengelolaan kehidupan sosial masyarakat, serta menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan spiritual sesuai dengan konsep Tri Hita Karana. Selain itu, lembaga adat juga berperan dalam pengambilan keputusan penting desa, penyelesaian konflik adat, serta pengembangan potensi desa berbasis budaya dan kearifan lokal. Dengan adanya lembaga ini, diharapkan seluruh krama desa dapat hidup harmonis, tertib, dan tetap menjaga warisan leluhur di tengah perkembangan zaman.

Pengurus

I Made Dharma Putra

I Made Dharma Putra

Ketua (Bendesa Adat)

I Nyoman Suardika

I Nyoman Suardika

Sekretaris

Ni Luh Sari Dewi

Ni Luh Sari Dewi

Bendahara

I Ketut Ardana

I Ketut Ardana

Kasi Upacara Adat

Gallery

Gallery
Gallery
Gallery
Gallery
Gallery
Gallery
Gallery
Gallery
Bupda Desa Mekar Sari

Bupda Desa Mekar Sari

Ketua: Ngurah Wira Darma

Ngurah Wira DarmaBUPDA (Badan Usaha Padruwen Desa Adat) Desa Mekar Sari adalah lembaga ekonomi milik desa adat yang bertujuan untuk mengelola dan mengembangkan potensi usaha desa guna meningkatkan kesejahteraan krama (masyarakat) desa. BUPDA ini berperan dalam mengoptimalkan aset desa, mengelola berbagai unit usaha, serta mendukung kemandirian ekonomi berbasis kearifan lokal. Dalam pelaksanaannya, BUPDA Desa Mekar Sari mencakup pengelolaan berbagai sektor usaha seperti pengelolaan ruko/pasar, jasa, pariwisata, serta potensi lain yang dimiliki desa. Selain itu, BUPDA juga berfungsi sebagai penggerak ekonomi yang transparan dan profesional, dengan tetap menjunjung tinggi nilai adat, budaya, dan kebersamaan masyarakat desa.

Pengurus

Ngurah Wira Darma

Ngurah Wira Darma

Ketua

Made Awy

Made Awy

Sekretaris

Luh Sirine Dewi

Luh Sirine Dewi

Bendahara

Subak:

Subak:

Ketua: I Kutut Darma

Subak adalah lembaga tradisional masyarakat Bali yang berperan dalam pengelolaan sistem irigasi pertanian secara kolektif dan berkelanjutan. Lembaga ini tidak hanya mengatur distribusi air ke lahan persawahan, tetapi juga menjadi wadah koordinasi antar petani dalam menjaga keseimbangan ekosistem pertanian. Subak berlandaskan filosofi Tri Hita Karana, yaitu konsep keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, serta manusia dengan lingkungan. Dalam praktiknya, Subak mengatur pembagian air secara adil, jadwal tanam, serta pelaksanaan upacara keagamaan yang berkaitan dengan pertanian. Selain fungsi teknis, Subak juga memiliki peran sosial dan budaya yang kuat dalam menjaga tradisi, mempererat kebersamaan antar anggota, serta melestarikan kearifan lokal Bali dalam sistem pertanian yang telah diakui dunia.

Pengurus

I Ketut Dharma

I Ketut Dharma

Ketua

I Made Artika

I Made Artika

Sekretaris

Gallery

Gallery
Gallery
Gallery

BUPDA Kumtura Mandiri

Berdiri 2018

Deskripsi / Visi Misi BUPDA: BUPDA Kumtura Mandiri merupakan Badan Usaha Padruwen Desa Adat yang dibentuk sebagai upaya untuk mengelola potensi ekonomi desa secara mandiri, profesional, dan berkelanjutan. Sejak berdiri pada tahun 2018, BUPDA berfokus pada pengembangan unit usaha berbasis potensi lokal seperti pariwisata, pengelolaan aset desa, serta layanan ekonomi kreatif yang melibatkan masyarakat secara langsung. Dalam menjalankan kegiatannya, BUPDA mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pemberdayaan krama desa guna meningkatkan kesejahteraan bersama tanpa meninggalkan nilai-nilai adat dan budaya. Visi: Menjadi badan usaha desa adat yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing berbasis kearifan lokal. Misi: Mengembangkan unit usaha desa yang produktif dan berkelanjutan Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa Memberdayakan sumber daya manusia lokal Menjaga keseimbangan antara ekonomi, budaya, dan lingkungan Mendorong inovasi usaha berbasis potensi desa

Struktur Organisasi

Struktur BUPDA

Tim BUPDA

Suratna

Suratna

Ketua

Program BUPDA

Pengelolaan Sampah

Pengelolaan Sampah

Program pengelolaan sampah oleh Baga Punia Utsaha Desa Adat (BUPDA) Mekar Sari merupakan inisiatif berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan kebersihan lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat desa. Melalui sistem pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan sampah berbasis komunitas, program ini mendorong partisipasi aktif warga dalam menciptakan lingkungan yang sehat, tertata, dan berdaya guna.

Jln Made Bulet +6285161346696
Pengelolaan Ruko Pasar Mekar

Pengelolaan Ruko Pasar Mekar

Pengelolaan Ruko Pasar Mekar adalah sistem pengelolaan yang mencakup pengaturan operasional, pemeliharaan fasilitas, kebersihan, keamanan, serta penataan area ruko di Pasar Mekar, bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan nyaman bagi pedagang dan pengunjung.

Jln Lingkar +62851613131

Dokumentasi Kegiatan

Pengelolaan kebersihan Pantai

Pengelolaan kebersihan Pantai

Rapat Kordinasi

Rapat Kordinasi

Suasana Ruko Mekar Sari

Suasana Ruko Mekar Sari

Pengankutan Sampah TPS3R

Pengankutan Sampah TPS3R